Whatsapp

Ada yang ditanyakan?
Klik untuk chat dengan customer support kami

Nyai Nawang Sari
● online
Nyai Nawang Sari
● online
Halo, perkenalkan saya Nyai Nawang Sari
baru saja
Ada yang bisa saya bantu?
baru saja
Kontak Kami
Member Area
Beranda » Keris Pusaka » Keris Pusaka Sabuk Inten Kyai Pengawak Waja Kuno
click image to preview activate zoom

Keris Pusaka Sabuk Inten Kyai Pengawak Waja Kuno

Rp 5.111.000
Kode116KP
Stok Tersedia (1)
Kategori Keris Pusaka
Tentukan pilihan yang tersedia!
Pemesanan lebih cepat! Quick Order
Bagikan ke

Keris Pusaka Sabuk Inten Kyai Pengawak Waja Kuno

Keris Pusaka Sabuk Inten Kyai Pengawak Waja Kuno

Keris Pusaka Sabuk Inten Kyai Pengawak Waja Kuno adalah keris pusaka koleksi PusatParanormal.com yang memiliki bentuk luk 11 yang sangat wingit. Pusaka ini kami maharkan kepada siapa saja yang berjodoh dengannya.

Dari segi bentuknya Pusaka ini memiliki karakter wingit dan keramat. Berdhapur sabuk inten dengan jumlah luk 11 dan berpamor keleng (pengawak waja). Nama dari keris ini adalah Kyai Pengawak Waja, diambil dari sebutan keleng yaitu, bilah yang tidak berpamor.

Keris ini adalah keris pusaka peninggalan Kerajaan Majapahit yang sudah sangat tua dan kuno. Perpaduan antara sisi garap dan ‘isi’ dianggap sebagian kalangan menyatu dalam komposisi yang pas. Material logam dan tempa lipat keris Majapahit dianggap lebih baik, begitu pula dengan angsar keris Majapahit dipercaya penggemar esoteri di atas rata-rata tangguh lainnya. Tidaklah mengherankan jika tangguh Majapahit adalah salah satu tangguh yang mempunyai penggemar fanatiknya tersendiri.

Keris Pusaka Sabuk Inten Kyai Pengawak Waja Kuno

Sejarah dan Filosofi Keris Pusaka Sabuk Inten Kyai Pengawak Waja Kuno

Keris Sabuk Inten

Keris Sabuk Inten menjadi sangat terkenal sejak menjadi judul dalam buku cerita kolosal yang berjudul Nogososro-Sabuk Inten karya S.H Mintardja pada tahun 1970-an. Keris Nogososro dan Sabuk Inten disebut-sebut merupakan Keris pusaka warisan dari jaman Kerajaan Majapahit. Keduanya bahkan sering disebut dalam satu rangkaian yaitu Nogososro-Sabuk Inten. Hal itu tidak lain karena kedua Keris tersebut dipercaya sebagai sepasang lambang Karahayon atau Kemakmuran dari suatu Kerajaan.

Keris Nogososro melambangkan wahyu keprabon sedangkan Keris Sabuk Inten melambangkan kemuliaan dan kejayaan. Nogososro dan Sabuk Inten bukan sekedar pusaka berwujud Keris saja, tapi merupakan perlambang kehidupan dan pengembaraan Manusia yang memburu kesempurnaan sejati dalam kehidupan di Dunia.

Namun di jaman modern seperti sekarang ini, Keris dhapur Sabuk Inten lebih menarik minat banyak orang untuk memilikinya, hal itu tidak lain karena Keris tersebut diyakini memiliki tuah yang dapat menjadi sarana untuk melancarkan rejeki dan mendatangkan kemuliaan bagi pemiliknya. Hal itu terkait erat dengan nama “Sabuk Inten” atau sabuk dari intan yang melambangkan kemakmuran dan kemewahan.

Pamor Keleng (Kyai Pengawak Waja)

Keris pamor keleng biasa juga disebut dengan keris pengawak waja. Dalam keris keleng ini tidak nampak pamor putih seperti halnya keris-keris lain. Keris ini jika diwarangi hanya terlihat hitam kehijauan, kebiruan atau keabu-abuan. Kadang dalam masih terlihat sedikit warna pamor sanak, akan tetapi banyak yang mengatakan warna tersebut muncul akibat dari lipatan besi. terlepas dari hal-hal tersebut, justru keris keleng ini banyak memiliki keistimewaan. Penempaan keris ini biasanya sangat matang, sehingga memiliki pesona tersendiri bagi penikmat tosan aji.

Keris keleng lebih mengutamakan kematangan tempa juga kesempurnaan garap. Garap di sini yang dimaksud adalah meliputi keindahan bentuk bilah, termasuk di dalamnya ricikan. Keris Keleng juga bisa menjadi bahasa untuk memahami tingkat kematangan Si Empu, secara lahir maupun batin. Secara lahir bisa dilihat kesanggupan Si empu dalam mengolah besi untuk menjadi matang dan presisi.

Dalam penggarapan keris tersebut juga dibutuhkan kecermatan dan kedalaman batin. Kedalaman batin Empu diterjemahkan dalam pamor yang hitam polos tidak bergambar. Empu sudah menep (mengendap) dari keinginan nafsu duniawi. makna yang disampaikan harus diterjemahkan dengan kedalaman rasa yang bersahaja. Tuah yang ditimbulkan dari keris keleng tersebut adalah, bahwa keris tersebut mampu menjadi tolak bala. Keris keleng juga dianggap memiliki kekuatan secara isoteri lebih multifungsi, dibanding dengan keris yang berpamor.

Tentang Keris Pusaka

Perlu anda ketahui, bahwa Keris telah terdaftar dan diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Indonesia. Sehingga nilai dan keberadaannya menjadi hal penting dan menjadi jati diri Bangsa Indonesia.

Keris telah dikenal lama sebagai senjata tradisional yang berasal dari tanah jawa. Pembuatan keris hanya bisa dilakukan oleh seorang Empu yang menguasai perhitungan rumit dan teknik tingkat tinggi. Seorang Empu di jawa telah mahir dalam membedakan 19 jenis logam terbaik dan 17 jenis logam buruk untuk membuat sebuah keris. Ketika tanah jawa masih dikuasai kerajaan Hindu-Budha, pembuatan keris sifatnya rahasia dan tidak bisa disaksikan oleh setiap orang.

Bukan sekedar senjata, keris dianggap sebagai sebuah benda pusaka yang memiliki kesaktian yang luar biasa. Pada abad ke-12 dan 13 dipercaya seorang Empu membuat keris dari bahan dasar batu meteor yang jatuh dari luar angkasa. Batu meteor dipilih karena mengandung unsur titanium yang kuat dan tidak bisa berkarat.

Hal ini telah dibuktikan melalui sejumlah riset ilmiah oleh para peneliti dari Badan Tenaga Atom Nasional (BATAN) pada keris-keris peninggalan kerajaan jawa. Sangat sulit dipercaya, mengingat batu meteor merupakan sebuah batuan yang tidak berasal dari bumi. Menurut cerita dan kepercayaan masyarakat jawa, seorang Empu sebelum membuat sebuah keris diharuskan melakukan tirakatan dan banyak melihat langit. Saat terlihat meteor jatuh, para Empu berlomba memburunya. Melalui meditasi atau transformasi seorang Empu bisa menemukan batu meteor yang jatuh ke bumi.

Tirakat dan lelaku dalam pembuatan keris juga merupakan sisi lain yang tidak kalah penting dalam membuat sebilah keris memiliki tuah. Tuah yang ditirakati itu sesuai dari sasmite alam yang datang bisa dari wangsit, mimpi, karakter calon pemilik/pemesan dan sasmita-sasmita lainnya. Sehingga banyak nama-nama keris yang maknanya tidak jauh dari isi tuah di dalamnya. Bahwa nama yang disematkan juga menjadi doa dan harapan kepada yang akan memiliki pusaka tersebut.

 

kode: 116KP

Tags: , ,

Keris Pusaka Sabuk Inten Kyai Pengawak Waja Kuno

Berat 300 gram
Kondisi Baru
Dilihat 94 kali
Diskusi Belum ada komentar

Belum ada komentar, buka diskusi dengan komentar Anda.

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Produk Terkait
Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: